www.AlvinAdam.com


Berita 24 Sulawesi Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Calon Ibu Tak Boleh Kurus, Ini Alasannya

Posted by On 22.39

Calon Ibu Tak Boleh Kurus, Ini Alasannya

Calon Ibu Tak Boleh Kurus, Ini Alasannya Oleh: Iwan Kurniawan Sabtu, 16/12/2017

Bagi kaum hawa yang telah menikah dan berkeinginan memiliki keturunan, sebaiknya perhatikan berat badannya. Ahli kesehatan mengingatkan para calon ibu menjaga berat badannya jangan sampai kurus.

"Sebelum menikah, dinormalkan dulu berat badannya. Kalau dia kurus, selama kehamilan semakin besar berat badannya harus bertambah," ujar Ahli gizi medik dari FKM UI, Prof. Dr Endang L. Anhari Achadi, dalam pelatihan "Journalist Goes to Campus" di kampus FKM UI, Depok, dikutip dari kantor berita Antara.

Endang mengatakan, jika tubuh ibu kurus, maka dia tak akan punya persediaan energi sehingga berisiko menyebabkan bayi yang dia kandung kelak tidak tumbuh optimal. "Kalau ibu yang kurus selama hamil, tidak punya persediaan yang cukup untuk bayinya. Selama hamil dia harus bertambah berat badannya," tutur Endang.

Kurus atau tidaknya seorang calon ibu bisa dilakukan melalui pengukuran lingkar lengan atas. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka kurang dari 23 cm, maka dia tak boleh hamil dulu.Selain tak boleh kurus, calon ibu dan bahkan ibu hamil tak boleh mengalami anemia.

Pada ibu hamil, anemia merupakan faktor yang berpengaruh pada terjadinya prematuritas dan meningkatkan risiko terjadinya anemia pada bayi di usia dini.

Perkembangan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Karena itu, asupan gizi seimbang ibu hamil sangat perlu dipenuhi untuk pertumbuhan janin.

Di sisi lain, Pada masa kandungan, pertumbuhan kepala dan tubuh janin dapat dikatakan 50 persen kepala dan 50 persen tubuh. Berarti, ketika itu ukuran kepala dan tubuh hampir sama. Ukuran kepala pun berubah jadi satu banding tiga dengan ukuran tubuh ketika anak lahir. Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, dr Bernie Endyar ni Medise, SpA (K), mengatakan, berat otak bayi yang baru lahir rata-rata 400 gram, kemudian berat otak mencapai 1.100 gram pada usia dua sampai tiga tahun. Selanjutnya, berat otak saat dewasa mencapai 1.400 gram sehingga terlihat bahwa otak tak banyak berkembang pesat lagi setelah usia tiga tahun.“Jadi pertumbuhan yang pesat di awal kehidupan adalah otak," ujar Bernie.

Karenanya, kehidupan pada 1.000 hari pertama anak merupakan masa krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembangnya. Seribu hari pertama kehidupan ini terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Dampaknya akan berpengaruh terhadap kemampuan anak hingga masa dewasanya. Melalui nutrisi yang seimbang dan cukup, efeknya akan menjadi stimulus sambung menyambung sel neuron atau saraf otak.

Semakin banyak yang tersambung, koneksi di otak semakin baik. Hal itu pun akan berpengaruh pada kecerdasan anak dan mencegah pertumbuhan yang terhambat atau stun ting.

Cegah stunting

Stunting merupakan keadaan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Namun, stunting baru terdeteksi setelah anak berusia 2 tahun. Pada tahun 2015, Kementerian Kesehatan melaksanakan studi Pemantauan Status Gizi (PSG) dengan sampel dari rumah tangga yang mempunyai anak balita di Indonesia.

Hasilnya, sebesar 29 persen anak balita Indonesia termasuk kategori pendek, dengan persentase tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat. Di dunia, Indonesia menduduki posisi ke-17 dari 117 negara terkait kondisi stunting, walau sudah menunjukkan penurunan dibanding tahun 2013.

Gejala stunting, yaitu anak berbadan lebih pendek dan proporsi tubuh cenderung normal, tetapi anak tampak lebih kecil untuk usianya.Kemudian, berat badan rendah dibanding anak seusianya dan pertumbuhan tulang tertunda.

Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak y ang tidak maksimal. Akhirnya, kemampuan mental dan belajar berkurang sehingga prestasi pun bisa memburuk. Penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi seimbang pada 1.000 hari pertama itu.

Karena itu, sejak masa kehamilan, ibu tak boleh asal makan banyak tetapi tak memperhatikan nutrisi untuk perkembangan janin. Contohnya, perbanyak asupan protein, vitamin, dan kalsium dibanding lemak dan gula dari kue. Para ibu hamil bukan hanya diperiksa kondisi kehamilannya, tapi juga diberikan penyuluhan untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janinnya

BERITA TERKAIT

  • Kadin Dukung Pemindahan Ibu Kota
  • 40% Jembatan Dalam Kondisi Tak Baik
  • Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian
  • Tak Hanya Masyarakat Miskin, Rentan Miskin Juga Perlu Diperhatikan
  • “Barang Tak Berwujud” Bakal Dikenakan Bea Masuk
  • Kadin: Tak Mungkin Terulang Kr isis 1998-2008 - PROSPEK PERTUMBUHAN INDUSTRI DAN SEKTOR PERKEBUNAN

BERITA TERKAIT

Kadin Dukung Pemindahan Ibu Kota

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI…

40% Jembatan Dalam Kondisi Tak Baik

NERACA Semarang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan sekitar 40 persen jembatan di…

Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

NERACA Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Calon Ibu Tak Boleh Kurus, Ini Alasannya

Bagi kaum hawa yang telah menikah dan berkeinginan memiliki keturunan, sebaiknya perhatikan berat badannya. Ahli kesehatan mengingatkan para calon ibu…

Kemenkes Lakukan Imunisasi Difteri Serentak di DKI Jakarta

Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi difteri serentak di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten."Tahap pertama di tiga provinsi karena prioritas…

Cara Praktis Hilangkan Lemak di Perut

Bagi sebagian orang, lemak pada bagian perut sangat sulit untuk di hilangkan. Banyak juga yang menyepelekannya, padahal lemak di bagian perut…

Berita Terpopuler

Pengembangan Kendaraan Pedesaan Butuh Sinergi

Konsumsi BBM Honda Mobilio Tembus 24,1 Km/Liter

Ford Gandeng Alibaba Pacu Penjualan Lewat E-commerce

Mitsubishi Raih Peringkat Tertinggi Indeks Kepuasan Penjualan

Calon Ibu Tak Boleh Kurus, Ini Alasannya

Kemenkes Lakukan Imunisasi Difteri Serentak di DKI Jakarta

Cara Praktis Hilangkan Lemak di Perut

Berbagai Macam Khasiat dari Bawang Putih

Hotel Syariah Solo Tawarkan Perawatan Kecantikan Syariah

Wisata religi di Soak Bujang

Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »