www.AlvinAdam.com


Berita 24 Sulawesi Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Faktor Budaya Penyebab Angka Perkawinan Anak Tinggi di Sulsel

Posted by On 23.18

Faktor Budaya Penyebab Angka Perkawinan Anak Tinggi di Sulsel

  • Makassar
  • >
  • News
  • Syachrul Arsyad Reportase
  • KPPA Gelar Gerakan Stop Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan
  • Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Resmikan Kantor Kopdit Pintu Air
  • Masjid Kubah 99 CPI Masih Butuh Dana Rp110 Miliar
moreTOPIK TERPOPULER
  • tewas tenggelam
  • bpbd enrekang
  • psm makassar
  • ewako psm
  • liga 1
Faktor Budaya Penyebab Angka Perkawinan Anak Tinggi di SulselSyachrul ArsyadFaktor Budaya Penyebab Angka Perkawinan Anak Tinggi di Sulsel
Peserta melakukan penandatanganan spanduk gerakan stop perkawinan anak. Foto : Syachrul Arsyad/SINDOnews

MAKASS AR - Perkawinan anak di Sulawesi Selatan (Sulsel) terbilang tinggi, bahkan dalam tujuh bulan terakhir 332 kasus perkawinan anak terjadi hampir di semua daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Andi Nurlina memang sejumlah kasus hampir ditemukan di setiap daerah.
Ia membeberkan, angka ini lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun ini saja, tambahnya, angkanya cenderung fluktuatif di tiap bulan.
Namun disebut Nurlina, ada pun daerah-daerah di Sulsel yang tergolong tinggi kasus perkawinan anak di antaranya, Makassar, Jeneponto, Bone, maupun Pinrang.
"Perkawinan anak terjadi lebih karena paksaan orang tua. Faktor budaya, sosial dan ekonomi di tiap daerah juga menjadi pemicu," beber Nurlina saat ditemui di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu (2/12/2017), usai deklarasi Gerakan Stop Perkawinan anak.
Dikatakan Nurlina, mencegah perkawinan anak, diperlukan upaya advokasi terhadap anak dan memberikan bimbingan langsun g kepada para orang tua. "Termasuk mensosialisasikan hak-hak anak kepada mereka dan orang tua," katanya.
Berdasarkan data BPS dan UNICEF mencatat indikasi pernikahan anak terjadi di hampir semua wilayah Indonesia. Namun, beberapa provinsi tercatat memiliki angka pernikahan anak yang tinggi. Beberapa provinsi tersebut adalah Sulawesi Barat (34 persen), Kalimantan Selatan (33,68 persen), Kalimantan Tengah (33,56 persen), Kalimantan Barat (32,21 persen), dan Sulawesi Tengah (31,91 persen).
Sekjen Nasional Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasi Sari menjelaskan, untuk menekan dan mencegah angka perkawinan anak ini harus dibentuk budaya baru. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet harus dimanfaatkan dalam upaya geraka bersama pencegahan perkawinan anak.
Bahkan ia menjelaskan, anak-anak generasi milineal, menjadi tokoh sentral dalam membangun budaya baru tersebut. Membentuk dan membangun komunikasi via aplikasi media sosial bisa menjadi alternatif ba gi anak untuk berdiskusi soal pencegahan perkawinan anak.
"Anak-anak kan punya Instagram, WA, FB, media itu bisa digunakan untuk saling berdiskusi. Ketemu dengan orang-orang untuk saling menguatkan dan ikut membantu menjalin komunikasi langsung dengan orang tuanya," kata Dian.
Pemerintah juga wajib menyediakan sarana pendidikan. Sebab, perkawinan anak dinilainya seringkali berkorelasi dengan semakin banyaknya angka putus sekolah.
Jangan sampai, tambahnya, tidak adanya ruang kelas atau gedung sekolah menjadi alasan anak berhenti sekolah. Atau misal karena orang tua tidak punya biaya menyekolahkan anaknya. Sehingga, orang tua lantas memutuskan mengawinkan anak mereka.
"Makanya, pemerintah harus hadir memberikan bantuan pendidikan. Saya kira pemerintah bisa mengatasi ini," pungkas Dian.
(agn)

Follow Us : Follow @SINDOnews Berita Terkait
  • KPPA Gelar Gerakan Stop Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan
SINDONEWS TERKINI
  • Keseriusan Idrus Marham Pimpin Golkar Diragukan
  • Rusuh Pasca Pemilu Presiden di Honduras, 1 Tewas dan Puluhan Luka
  • Ustaz Bahtiar Nasir Perkirakan Peserta Reuni 212 Tembus 3 Juta Orang
  • Studi: Makan Pizza Bantu Turunkan Berat Badan
  • Penumpang ke Bali Meningkat, Polresta Sidoarjo Pastikan Kondisi Terminal dan Bus Aman
sindonews ads
BERITA TERPOPULER
  • 1

    Murid SD di Enrekang Tewas Tenggelam di Sungai Saddang
  • 2

    Intip Tiga Calon Pemain Pengganti Pavel di PSM Makassar
  • 3

    Dikaitkan dengan PSM Makassar ini Kata Victor Igbonefo
  • 4

    Tak Ingin Difoto, Warga Ammatoa Kajang Tolak Perekaman e-KTP
  • 5

    Kuasai Sabu, Polisi Amankan Oknum PNS di Bantaeng
    BERITA TERKINI
  • Bangun Sinergitas dengan Media, KPU Parepare Gelar Outbound
  • Pemuda Jama n Now, Alumni UMI Ini Kompak Lakukan Salam Punggawa
  • Catat, Sabtu dan Minggu Samsat se-Sulsel Tetap Buka
  • Pemuda Harus Punya Jiwa Kewirausahaan Berdaya Saing Tinggi
  • Ini 3 Tim Nasional Favorit Juara Piala Dunia 2018
  • Ganda Dewasa Campuran Sulsel Raih Emas di Kejurnas Bulutangkis
  • KPPA Gelar Gerakan Stop Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan
  • more
Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »