www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 06.19

Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA ...

Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam jumpa pers mengenai temuan Ombudsman soal Tenaga Kerja Asing, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (26/4/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam jumpa pers mengenai temuan Ombudsman soal Tenaga Kerja Asing, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman Republik Indonesia menilai, kebijakan bebas visa yang diteken Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 telah menjadi pintu masuk bagi tenaga kerja asing ilegal.

Hal ini disampaikan Komisioner Ombudsman Laode Ida berdasarkan hasil investi gasi Ombudsman pada bulan Juni-Desember 2017 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.

Temuan Ombudsman di lapangan, banyak TKA yang berpura-pura menjadi wisatawan, tetapi justru bekerja di Indonesia secara ilegal.

Baca juga : Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Pengawasan imigrasi di bandara juga tidak siap untuk mengantisipasi hal ini.

"Harusnya di setiap bandara harus ada deteksi awal terhadap TKA itu. Ada orang asing nih, liat paspornya, mau apa disitu. Sekarang tidak ada, bablas saja," kata Laode dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Laode mengatakan, jika pemerintah memang belum siap untuk memfilter arus wisatawan yang masuk ke Indonesia, seharusnya kebijakan bebas visa terhadap 196 negara itu tidak diberlakukan dulu.

"Perpres Nomor 21 Tahun 2016 ini menjadi kelemahan," kata Lao de.

Baca juga : Wakili Gerindra, Fadli Zon Teken Usulan Pansus Angket Tenaga Kerja Asing

Berdasarkan temuan tersebut, Ombudsman sudah menyampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM agar kebijakan bebas visa dievaluasi.

Apalagi, kata dia, kebijakan bebas visa ini juga mendatangkan kerugian negara karena turunnya pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

"Kerugian negara dari PNBP tahun 2016 saja 1,1 triliun karena bebas visa itu," kata Laode.

Kompas TV Keberadaan perpres nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing yang dipersoalkan oleh partai Gerindra akan dibahas dalam dialog.



Berita Terkait

Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Wakili Gerindra, Fadli Zon Teken Usulan Pansus Angket Tenaga Kerja Asing

Menaker Sebut Isu Tenaga Kerja Asing Sudah Hangat Sejak Pilkada DKI

Fadli Zon Bantah "Menggoreng" Isu Tenaga Kerja Asing di Indonesia

K etua DPR Sebut Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia Relatif Kecil

Terkini Lainnya

Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Nasional 26/04/2018, 20:17 WIB Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Dit   abrak Kopaja di Rasuna Said

Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Ditabrak Kopaja di Rasuna Said

Megapolitan 26/04/2018, 20:14 WIB Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Internasional 26/04/2018, 20:13 WIB Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Regional 26/04/2018, 20:12 WIB Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Internasional 26/04/2018, 19:37 WIB PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

Nasional 26/04/2018, 19:35 WIB DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

Megapolitan 26/04/2018, 19:33 WIB Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Megapolitan 26/04/2018, 19:32 WIB Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Nasional 26/04/2018, 19:25 WIB Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Megapolitan 26/04/2018, 19:24 WIB Pria Ini Ikat Anak di Sepeda Motor untuk Diantar ke Sekolah

Pria Ini Ikat Anak di Sepeda Motor untuk Di antar ke Sekolah

Internasional 26/04/2018, 19:23 WIB Jika Tak Ungkap Laporan TPF Kasus Munir, Pegiat HAM Ancam Pidanakan Jokowi

Jika Tak Ungkap Laporan TPF Kasus Munir, Pegiat HAM Ancam Pidanakan Jokowi

Nasional 26/04/2018, 19:12 WIB Wakapolri: Jelang Bulan Puasa, Masalah Miras Oplosan Selesai

Wakapolri: Jelang Bulan Puasa, Masalah Miras Oplosan Selesai

Nasional 26/04/2018, 19:05 WIB Usai Membunuh, Pria Ini Tenteng Kepala Istrinya di Jalanan

Usai Membunuh, Pria Ini Tenteng Kepala Istrinya di Jalanan

In ternasional 26/04/2018, 19:00 WIB Ngebut, Kopaja Tabrak Mobil Honda HR-V di Rasuna Said

Ngebut, Kopaja Tabrak Mobil Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan 26/04/2018, 18:59 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sulbar

thumbnail

Posted by On 06.19

Ombudsman RI: Tenaga Kerja dari China Setiap Hari Masuk ke ...

Ombudsman RI: Tenaga Kerja dari China Setiap Hari Masuk ke Indonesia

Ombudsman RI menyebut Tenaga Kerga Asing (TKA) asal China terus masuk ke Indonesia setiap harinya.

Ombudsman RI: Tenaga Kerja dari China Setiap Hari Masuk ke IndonesiaTribunnews.com/Fransiskus AdhiyudaKomisioner Ombudsman RI Laode Ida dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut Tenaga Kerga Asing (TKA) asal China terus masuk ke Indonesia setiap harinya.

Bahkan, TKA tersebut diduga datang tanpa unskill labor (tanpa keterampilan.

Peryataan itu, sesuai dengan hasil investigasi ORI mengenai keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Tanah Air.

Investigasi dilakukan pada Juni-Desember 2017 di tujuh provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Baca: Apindo: Perpes Tenaga Kerja Asing untuk Percepat Proses

Hasilnya, Ombudsman RI menemukan adanya ketidaksesuaian data TKA antara yang dimiliki pemerintah dan temuan di lapangan.

"Ada kondisi arus TKA khususnya dari Tiongkok deras sekali tiap hari masuk ke negara ini. Sebagian besar mereka datang tanpa keterampilan," kata Komisioner Ombudsman RI Laode Ida dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018).

Bahkan, Laode menyebut di Bandara Soekarno-Hatta saja penumpang maskapai Indonesia seperti Batik Air dan Lion Air berisi 70-80 persen TKA.

"Jalur Cengkareng-Kendari saja, di pagi hari, arusnya 70-80 persen penumpan g Lion Air dan Batik Air itu tenaga kerja asing," terang Laode.

Laode juga menyampaikan, banyaknya TKA yang masuk di Indonesia umumnya bekerja di proyek-proyek yang investasinya memang berasal dari negara mereka.

Selain itu, TKA tersebut mendapatkan bayaran lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja asal Indonesia.

"Mereka bekerja di proyek yang berasal dari negaranya," terang Laode.

Dari hasil temuan tersebut, Laode sudah menyampaikan hasil temuan Ombudsman RI ini kepada lembaga terkait, yakni Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisan, hingga Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM).

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia Editor: Hasanudin Aco Ikuti kami di Ani aya Pacarnya yang Cantik hingga Tak Dikenali dan Disiarkan di FB, Pria Ini Dapat Balasan Begini Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

thumbnail

Posted by On 01.21

Bupati Beltim Tandatangani MoU Pembangunan Fasilitas Reaktor ...

Advertorial

Bupati Beltim Tandatangani MoU Pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa Desa Cendil

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI akan memba­ngun fasilitas reaktor biomassa di Desa Cendil, Kabupaten Belitung Timur

Bupati Beltim Tandatangani MoU Pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa Desa CendilPejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

POSBELITUNG.CO - Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI akan memba­ngun fasilitas reaktor biomassa dengan memanfaatkan limbah non B3 Biomasa Tandan Buah Kosong (TBK) Kelapa Sawit di Desa Cendil Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kerjasama pemba­ngunan fasilitas reaktor biomassa ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengelolaan sampah, limbah dan Bahan, Berbahaya, Beracun (B3), itu akan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan penyediaan fasiltas pemanfaatan limbah non B3 sebagai energi biomasa.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza dan Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), KLHK, Sinta Saptarina Soemiarno di Ruang Rapat Sekretariat Jenderal KLHK RI Lantai 3, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (23/4).

Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno menandatangani MoU dalam pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa di Kantor Sekretariat Jenderal KLHK, Jakarta, Senin (23/4).Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno menandatangani MoU dalam pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa di Kantor Sekretariat Jenderal KLHK, Jakarta, Senin (23/4). (Istimewa)

Sinta, mengatakan selain kerjasama dengan Kabupaten Beltim, KLHK juga melakukan kerjasama dengan lima Kabupaten/Kota lainnya, seperti Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara, Kabupaten Palalawan Riau, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat.

“Di masing-masing Provinsi kita juga bekerja­sama dengan perguruan tinggi negeri setempat, di bawah koordinasi LPPM. Kalau untuk Kabupaten Belitung Timur, dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) dengan pendampingan dari Universitas Lampung, “ kata Sinta.

Pembangunan fasilitas pemanfaatan limbah non B3 biomassa menjadi energi ini sangat bermanfaat dalam mengurangi timbulan limbah biomassa. Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, ramah lingkungan dan ketahanan pangan dengan budidaya jamur.

“Indonesia saat ini masih sangat tergantung pada energi yang tidak terbarukan seperti minyak bumi, batu bara dan gas bumi. Indonesia menggunakan energi dari minyak bumi sebesar 63 persen dari total energi yang digunakan, sedangkan menurut Kementerian ESDM cadangan minyak bumi di Indonesia hanya untuk sekitar 18 tahun ke depan,” jelas Sinta.

Pembangunan reaktor senilai Rp 1,2 milyar itu dijadwalkan akan segera dibangun tahun pertenga­han 2018 mendatang. Saat ini, UBB tengah mengerjakan Detail Engineering Design (DED).

“Salah satu potensi biomassa yang cukup besar di Indonesia yaitu dari limbah kelapa sawit dan merupakan salah satu komoditi andalan bagi pendapatan nasional dan devisa negara. Kabupaten Belitung Timur kami pilih sebagai salah satu lokasi percontohan fasilitas pemanfaatan limbah non B3 biomassa menjadi energi karena potensi kelapa sawit di daera h ini cukup besar dan masyarakat masih membutuhkan pasokan energi,” ujar Sinta.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno saat penyerahan nota kesepahaman.
Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno saat penyerahan nota kesepahaman. (Istimewa)

Bupati Beltim, Yuslih Ihza optimis dengan hadirnya reaktor biomasaa diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal, baik bagi lingkungan, produksi pangan dan energi, serta segi finansial. Dari sisi lingkungan, teknologi ini dapat mengurangi limbah padat, dan membentuk methane capture, sehingga gas yang terbentuk saat proses tidak terdispersi langsung ke udara dan tidak menyebabkan pemanasan global.

“Saya sangat mendu­kung rencana ini, selain ramah lingkungan banyak keu ntungan bagi masyarakat yang didapat. Bayangkan dengan adanya biogas kebutuhan energi bagi 30 rumah tangga akan teratasi,” kata Yuslih.

Pemkab Beltim sudah siapkan lokasi di Desa Cendil, dengan luas 900 meter persegi. Lokasi ini dipilih dengan pertimba­ngan bahwa di lokasi tersebut dekat dengan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang dikelola oleh pihak swasta.

“Yang terpenting, adanya komitmen Pemerintah Desa Cendil dan masyarakat terhadap pengelolaan keberlanjutan proyek reaktor biomassa tersebut. Mudah-mudahan jika proyek percontohan ini berhasil, akan kita terapkan di desa-desa lainnya,” harap Yuslih.

Kepala Dinas Lingku­ngan Hidup Beltim, Arbaie mengatakan nantinya perusahan-perusahaan sawit yang ada akan digilir untuk memberikan bantuan cangkang sawit kosong. Tiap bulan ditargetkan dua ton limbah akan digunakan untuk kelancaran fasiltas reaktor tersebut.“Insya Allah berjalan, Kementerian LHK dan UBB juga akan mengawal program ini. Di sekitar Des a Cendil kan ada 5 perusahaan sawit, Insya Allah mereka bantu,” jelas Arbaie. (adv/Diskominfo Beltim_Fauzi Akbar).

Editor: Ardhina Trisila Sakti Ikuti kami di Istri Sah Ciduk Suaminya dengan Pelakor di Kamar Kos, Pelakor Malah Ngamuk, Jambak hingga Mencakar Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

thumbnail

Posted by On 03.03

Pembalap Sulsel Rajai Kejurnas Motoprix Region V

Liputan6.com, Kolaka Utara- Pembalap motoprix asal Sulawesi Selatan menguasai perolehan gelar di Kejurnas Motoprix region V putaran II di Sirkuit Sapoe Lidi Kabupaten Kolaka Utara, Minggu (22/4/2018). Tercatat, ada 4 kelas yang berhasil direbut pembalap asal Sulsel dari 8 kelas kejurnas yang diperebutkan.

Garangnya pebalap Sulsel di lintasan rata itu, belum mampu disaingi sejumlah pembalap Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng). Meskipun, pada kelas utama, pembalap Sultra merebut juara pertama.

  • Rafid Topan Juara Kejurnas Motoprix Region Jawa
  • Fedri Efendi Rebut Juara di Motoprix Palembang
  • Kejuaraan Nasional Motoprix Digelar di Manokwari

Empat kelas yang direbut tim Sulsel yakni, kelas bebek 2T 125 CC Under Bone Open, Supermoto 4Tak non Seeded, Kelas bebek4 tak 150 cc std injeksi pemula B dan Kelas bebek 4tak 125 cc TU Injeksi Pemul a A.

Pada kelas utama, bebek 4 tak 150 cc Tune Up Injeksi Seeded (MP1), pembalap Sultra Handy Tuahatu, berhasil menjadi yang tercepat. Catatan waktu Handy Tuahatu, 13,35 menit.

Pada kelas yang sama, pembalap nasional asal Sulsel, Herman Bas, hanya berada di posisi ketiga dengan catatan waktu 13,50 menit. Rekan setimnya, Fahri Sandi berada di posisi runner up dengan catatan waktu 13,37 menit.

1 dari 2 halaman

Diikuti 230 Orang Pembalap Indonesia Timur

Kejurnas motoprix putara II region V Indonesia Timur di Kabupaten Kolaka Utara, Minggu (22/4/2018).
Kejurnas motoprix putara II region V Indonesia Timur di Kabupaten Kolaka Utara, Minggu (22/4/2018). (Ahmad Akbar Fua/Liputan6.com)

Ketua Panitia Kejurnas Motoprix region V putaran II, Anwar Mundu mengatakan, ada sebanyak 230 orang pebalap dari sejumlah provinsi di Indonesia timur i kut serta. Diantaranya, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua Barat dan Papua .

“ini ajang balapan terbanyak pesertanya yang pernah dilaksanakan di Sulawesi Tenggara," ujar Anwar Mundu.

Pihaknya berharap tuan rumah bisa menjaga kondisi sirkuit hingga bisa digunakan untuk kejuaraan yang lebih tinggi levelnya. Sebab, sirkuit terbaik di Sulawesi Tenggara ada di Kolaka Utara.

Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

thumbnail

Posted by On 10.10

Kerang Besar Dilindungi, 6 Fakta Perannya di Lautan Luar Biasa

Kerang Besar Dilindungi, 6 Fakta Perannya di Lautan Luar Biasa

Hippopus hippopus atau dikenal di Indonesia sebagai Kima tapak kuda, Kima kuku beruang temasuk satwa yang dilindungi

Kerang Besar Dilindungi, 6 Fakta Perannya di Lautan Luar BiasanetILustrasi kerang besar

POSBELITUNG.CO - Baru-baru ini hewan langka dilindungi, Kima menjadi perbincangan para warganet.

Seperti diberitakan sebelumnya, hal ini bermula ketika program 'Para Petualang Cantik' yang disiarkan di stasiun televisi Trans 7.

Pada, Minggu (22/4/2018), akun Twitter resmi Trans 7 mengunggah video pendek edisi 'Para Petualang Cilik'.

//

Dalam video itu menampilkan sua sana pantai di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Host Para Petualang Cantik (PPC) pun terlihat memasak hewan langka yang dilindungi tersebut.

Banyak netizen menduga yang dimasak itu berjenis karang Kima.

Kerang Kima diketahui masuk daftar binatang yang dilindungi dan langka.

Warganet kembali mengingatkan kepada produser program tersebut bahwa Kima merupakan hewan air yang dilindungi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 7 tahun 1999 menunjukkan berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Pada poin VII tertunjuk Bivalia (kelas moluska yang mencakup semua kerang-kerangan) tepatnya nomor 226 tertulis jelas Kima termasuk satwa yang dilindungi.

Hippopus hippopus atau dikenal di Indonesia sebagai Kima tapak kuda, Kima kuku beruang temasuk satwa yang dilindungi di Indonesia.

Hasil gambar untuk ke   rang kima

Ukuran kerang ini pun terbilang sangat besar.

Panjangnya bisa mencapai dua meter dengan berat 250 kg.

Penasaran dengan hewan raksasa ini?

Melansir beberapa sumber, berikut ini enam fakta tak terduga mengenai kerang Kima.

1. Kerang langka

Orang barat menyebut Kima ialah giant clam.

Hewan yang suka tinggal di pasir dan sela-sela terumbu karang ini termasuk hewan langka.

2. Banyak di perairan Sulawesi hingga Papua

Kima tinggal di perairan Sulawesi hingga Papua.

Jika berkunjung ke Sulawesi Tenggara, jangan lupa kunjungi kima-kima yang ada di Konservasi Taman Laut Kima Tolitoli.

Hasil gambar untuk kerang kima

3. Menjaga laut

Kima merupakan penyaring alami air laut.

Saat makan, kima akan menyedot air laut yang berisi plankton dan kotoran.

Air laut itu akan disaring dan dikeluarkan kembali setelah bersih.

Dalam sehari, seekor kima bisa menyaring berton-ton air laut.

Selain kotoran, kima juga menyerap zat nitrogen dan fosfat yang berbahaya bagi laut.

4. Cangkang Kima bisa jadi tempat tinggal terumbu karang

Cangkang kima juga bisa menjadi tempat tinggal bagi terumbu karang.

Lalu, telur dan kima-kima kecil bisa menjadi makanan bagi ikan, gurita, hingga kepiting.

Tak hanya jadi tempat tinggal, cangkang kima juga bisa menjadi alat untuk mendeteksi keadaan air laut.

Jika cangkang kima berwarna pucat, tandanya laut mengalami kenaikan suhu dan tercemar polusi.

5. Sama tapi Beda

Sebenarnya, kima itu sama seperti kerang pada umumnya.

Hanya saja, ukuran kima dan cangkangnya lebih besar, berat, dan lebih berwarna-warni jika dibandingkan kerang lain.

Warna-warni pada cangkang kima itu berasal dari makhluk separuh hewan dan separuh tumbuhan yang bernama zooxanthellae.

Gambar terkait

Makhluk itu menempel pada cangkang kima dan melakukan fotosintesis di sana.

Hal itulah yang membuat cangkang kima berwarna.

Keberadaan makhluk ini tidak merugikan.

Berkat makhluk ini, kima mendapat nutrisi tambahan untuk dirinya sendiri.

Kerja sama yang mereka lakukan saling menguntungkan.

6. Banyak diburu untuk dijual

Karena keindahannya itu, banyak orang yang memburu kima untuk dijual.

Selain itu, banyak juga orang yang menjual daging kima.

Padahal, kima merupakan pahlawan lautan yang sudah berjasa banyak bagi lautan Indonesia.

(Sripoku.com/Tresia Silviana)

Editor: edy yusmanto Sumber: Sriwijaya Post Ikuti kami di Sepasang Ular Kobra Tak Mati Meski Ditembak, Malah Kejar Warga, Akhirnya Tumbang Secara tak Disangka Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar