GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pahlawan Indonesia, asal, gender dan agamanya

Pahlawan Indonesia, asal, gender dan agamanya

(function() { var cx = '005214336926050136894:maikcymuhbi'; var gcse = document.cre…

Pahlawan Indonesia, asal, gender dan agamanya

(function() { var cx = '005214336926050136894:maikcymuhbi'; var gcse = document.createElement('script'); gcse.type = 'text/javascript'; gcse.async = true; gcse.src = 'https://cse.google.com/cse.js?cx=' + cx; var s = document.getElementsByTagName('script')[0]; s.parentNode.insertBefore(gcse, s); })();
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor< /li>
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Pahlawan Indonesia, asal, gender dan agamanya
  • Kamis, 16 November 2017 â€" 18:13
  • 444x views
Pahlawan Indonesia, asal, gender dan agamanya iIlustrasi. Tempo.co/Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi - Baru-baru ini, bangsa Indonesia ketambahan empat pahlawan nasional. Keempatnya masing-masing TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah asal Kepulauan Riau, dan Lafran Pane asal Daerah Istimewa (DIY) Yogyakarta.

Penganugerahan gelar pahlawan dilakukan di Istana Negara, Kamis (9/11) lalu. Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dengan penganugerahan keempat Pahlawan Nasional baru tersebut, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini menjadi 173 orang. Para pahlawan berasal dari sipil dan juga TNI/Polri.

Di Indonesia, gelar pahlawan telah dikenalkan pada 1959.Di masa Sukarno (1945-1966), sebanyak 49 orang ditetapkan sebagai pahlawan. Sedangkan semasa Soeharto (1966-1998), 55 orang ditetapkan sebagai pahlawan.

Presiden Habibie (1998-1999) memberikan rutinitas tahunan gelar pahlawan kepada Tjilik Riwut (Dayak), Sultan Syarif Kasim Syarifuddin (Siak), Adam Malik (Batak Mandailing), dan La Maddukelleng (Wajo).

Sedangkan Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001) memberi gelar pahlawan kepada empat orang. Pada 1999, ia menetapkan tiga pahlawan. Pada 2000, ia juga menetapkan Fatmawati sebagai pahlawan.

Sementara itu, ada del apan orang yang ditetapkan sebagai pahlawan oleh Presiden Megawati (2001-2004); serta 24 orang dan 15 orang semasa dua periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014).

Dari total 173 pahlawan nasional, perbandingan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan sangat jomplang. Hanya ada 12 perempuan yang ditetapkan sebagai pahlawan; sebaliknya, ada 161 pahlawan laki-laki.

Selama pemerintahan Yudhoyono, tak satu pun perempuan ditetapkan sebagai pahlawan. Hal sama dilakukan oleh Habibie dan Megawati.

Ditinjau dari asal daerahnya, tempat kelahiran pahlawan yang dianugerahi oleh Presiden Sukarno berasal dari tiga pulau: Sumatera, Sulawesi, dan Jawa. Sebagian besar yang dipilih pun hidup pada akhir abad 19 sampai abad 20, sebuah masa yang dikenal era pergerakan nasional dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Pola ini berubah sejak Soeharto berkuasa. Pada 1968, kali pertama Soeharto menetapkan gelar pahlawan, ia menganugerahinya kepada W.Z. Johannes dari Rote (Nusa Tenggara Timur) dan Pangeran Antasari dari Banjar (Kalimantan Selatan).

Pada era Soeharto pula tokoh-tokoh yang lahir pada abad 16 atau abad 17 ditetapkan sebagai pahlawan. Misalnya, Sultan Hasanuddin (Gowa), Sultan Ageng Tirtayasa (Banten), dan Untung Surapati (Bali).

Tokoh yang hidup pada masa lampau itu tidak ditemukan lagi dalam daftar pahlawan yang ditetapkan oleh presiden setelah Reformasi, kecuali pada era Jokowi yang menetapkan Laksamana Malahayati, pejuang Aceh yang hidup pada akhir abad 16.

Kini hampir setiap provinsi memiliki ikon pahlawannya masing-masing. Jawa Tengah dicatat sebagai tempat kelahiran pahlawan terbanyak, yakni 33 orang, disusul oleh Sumatera Barat (15 orang), dan Yogyakarta (13 orang).

Berdasarkan cacah administratif, hanya provinsi baru seperti Papua Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat yang belum ada apa yang disebut "pahlawan nasional". Selain itu, Pemerintah SBY-Jus uf Kalla pada 2004 menetapkan Raja Ali Haji yang lahir di Selangor (kini masuk wilayah administrasi Malaysia) sebagai pahlawan. (Leluhur Ali Haji berasal dari Bugis.)

Namun, secara keseluruhan, Jawa masih mendominasi. Sedikitnya ada 86 "pahlawan nasional" (yang lahir) dari Pulau Jawa.

Meski ada kesan setiap provinsi, dengan pertimbangan etnis tertentu, hanya ada satu orang etnis Tionghoa-Indonesia yang ditetapkan sebagai pahlawan. Ia adalah John Lie Tjeng Tjoan, laksamana muda Angkatan Laut Indonesia, yang berperan melawan blokade laut Belanda pada periode 1945-1949.

Presiden Jokowi sendiri sudah memberikan gelar pahlawan sebanyak empat kali untuk 14 orang, 12 orang di antaranya beragama Islam.

Hanya dalam satu kali kesempatan saja, yakni pada 2015, gelar pahlawan diberikan kepada dua tokoh non-muslim. Keduanya I Gusti Ngurah Made Agun (Bali) yang beragama Hindu dan Bernard Wilhelm Lapian (Minahasa) yang beragama Kristen.

P ola berbeda ditemukan dalam pemberian gelar pahlawan pada era SBY-Boediono. Ada 15 orang yang diberikan gelar pahlawan, 8 orang di antaranya tokoh non-muslim. Pada era kedua pemerintahan Yudhoyono, tak semua pahlawan nasional setiap tahun diberikan kepada tokoh beragama Islam.

Bahkan, pada 2010, gelar pahlawan diberikan kepada Johannes Leimena (Maluku) yang beragama Katolik dan Johannes Abraham Dimara (Biak, Papua) yang beragama Kristen.(*)

Sumber: Merdeka.com/Tirto.id

'); }} catch (e) {}} var environmentVars = { slot: document.getElementById(lkqdSettings.playerContainerId), videoSlot: document.getElementById(lkqdSettings.playerId), videoSlotCanAutoPlay: true, lkqdSettings: lkqdSettings }; function onVPAIDLoad() { lkqdVPAID.subscribe(function() { lkqdVPAID.startAd(); }, 'AdLoaded'); } var vpaidFrame = document.createElement('iframe'); vpaidFrame.id = lkqdSettings.lkqdId; vpaidFrame.name = lkqdS ettings.lkqdId; vpaidFrame.style.display = 'none'; var vpaidFrameLoaded = function() { vpaidLoader = vpaidFrame.contentWindow.document.createElement('script'); vpaidLoader.src = 'https://ad.lkqd.net/vpaid/formats.js?pid=195&sid=496646'; vpaidLoader.onload = function() { lkqdVPAID = vpaidFrame.contentWindow.getVPAIDAd(); onVPAIDLoad(); lkqdVPAID.handshakeVersion('2.0'); lkqdVPAID.initAd(lkqdSettings.playerWidth, lkqdSettings.playerHeight, 'normal', 600, creativeData, environmentVars); }; vpaidFrame.contentWindow.document.body.appendChild(vpaidLoader); }; vpaidFrame.onload = vpaidFrameLoaded; vpaidFrame.onerror = vpaidFrameLoaded; document.documentElement.appendChild(vpaidFrame); })(); Reporter : Editor : Syam Terrajan a
Tinggalkan Komentar : Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Guru kesenian Papua diajak mendalami tari Yosim Pancar

Selanjutnya

Jayawijaya waspada kriminalistas di lingkungan tinggal

Baca Juga
  • Konflik bersenjata di Tembagapura, Benny Wenda : TNI/Polri dan TPN-PB wajib lindungi warga sipil

    Berita Papua â€" Rabu, 15 November 2017
  • Warga Banti : Kami tidak disandera

    Polhukam â€" Minggu, 12 November 2017
  • Kapolda Papua Barat digugat bawahannya

    Polhukam â€" Kamis, 09 November 2017
  • Filep Karma: Penembakan bukan bagian perjuangan Papua merdeka

    Polhukam â€" Selasa, 07 November 2017
  • Gubernur : Kalau minta merdeka, negosiasinya dengan negara

    Nasional & Internasional â€" Selasa, 14 November 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam C ycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Suara Papua Dibungkam
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:27
Diproduksi : wpu Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu A Story of the Morning Star Bracelet, Cerita Gelang Bintang Fajar
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:48
Diproduksi : wpu 50 Years of Freeport in Papua, 1967-2017
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:22
Diproduksi : wpu Depapre Port, the beginning of
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Persewar Waropen target tembus Liga 2

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 17 November 2017 | 06:33 WP
  • Kenius Kogoya garansi Musprov KONI Papua tidak molor lagi

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 17 November 2017 | 06:25 WP
  • 33 peserta ikut pelatihan wasit nasional atletik

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 17 November 2017 | 06:13 WP
  • Sambut Natal, Gereja Kingmi Papua Jemaat Imanuel Dekai gelar lomba

    Lapago â€" Jumat, 17 November 2017 | 06:03 WP
  • Bupati Nabire beri bantuan ke para pedagang OAP

    Nabire Membangun â€" Jumat, 17 November 2017 | 05:45 WP
  • Mama-mama pedagang di Nabire akan miliki pasar tahun depan

    Nabire Membangun â€" Jumat, 17 November 2017 | 05:29 WP
  • Bupati Nabire resmikan gapura dan pos apung di pusat wisata hiu paus

    Nabire Membangun â€" Jumat, 17 November 2017 | 05:17 WP
  • Izin miras, SAMNP harap pemerintah pentingkan SDM ketimbang PAD

    Penkes â€" Jumat, 17 November 2017 | 05:06 WP
  • Komisi V DPRP ingin dana Otsus pendidikan dievaluasi

    Polhukam â€" Jumat, 17 November 2017 | 04:55 WP
  • Semua pihak diharap berperan selesaikan masalah di Tembagapura

    Polhukam â€" Jumat, 17 November 2017 | 04:49 WP
  • Legislator Papua minta jangan memperkeruh kasus di Tembagapura

    Polhukam â€" Jumat, 17 November 2017 | 04:39 WP
  • Bifor JPL Mamteng wajib menang dari BPN NTB

    Lembar Olahraga â€" Kamis, 16 November 2017 | 22:04 WP
  • < li>

    Gudang di pelabuhan pengapalan konsentrat PTFI terbakar

    Meepago â€" Kamis, 16 November 2017 | 22:03 WP
  • Separuh penduduk Jayawijaya tak punya jamban sehat

    Lapago â€" Kamis, 16 November 2017 | 19:34 WP
  • Jayawijaya ajukan pembangunan rumah pegawai

    Lapago â€" Kamis, 16 November 2017 | 19:02 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara PapuaSumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Tidak ada komentar