www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bupati Beltim Tandatangani MoU Pembangunan Fasilitas Reaktor ...

Posted by On 01.21

Bupati Beltim Tandatangani MoU Pembangunan Fasilitas Reaktor ...

Advertorial

Bupati Beltim Tandatangani MoU Pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa Desa Cendil

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI akan memba­ngun fasilitas reaktor biomassa di Desa Cendil, Kabupaten Belitung Timur

Bupati Beltim Tandatangani MoU Pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa Desa CendilPejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

POSBELITUNG.CO - Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI akan memba­ngun fasilitas reaktor biomassa dengan memanfaatkan limbah non B3 Biomasa Tandan Buah Kosong (TBK) Kelapa Sawit di Desa Cendil Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kerjasama pemba­ngunan fasilitas reaktor biomassa ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengelolaan sampah, limbah dan Bahan, Berbahaya, Beracun (B3), itu akan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan penyediaan fasiltas pemanfaatan limbah non B3 sebagai energi biomasa.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza dan Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), KLHK, Sinta Saptarina Soemiarno di Ruang Rapat Sekretariat Jenderal KLHK RI Lantai 3, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (23/4).

Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno menandatangani MoU dalam pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa di Kantor Sekretariat Jenderal KLHK, Jakarta, Senin (23/4).Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno menandatangani MoU dalam pembangunan Fasilitas Reaktor Biomassa di Kantor Sekretariat Jenderal KLHK, Jakarta, Senin (23/4). (Istimewa)

Sinta, mengatakan selain kerjasama dengan Kabupaten Beltim, KLHK juga melakukan kerjasama dengan lima Kabupaten/Kota lainnya, seperti Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara, Kabupaten Palalawan Riau, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat.

“Di masing-masing Provinsi kita juga bekerja­sama dengan perguruan tinggi negeri setempat, di bawah koordinasi LPPM. Kalau untuk Kabupaten Belitung Timur, dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) dengan pendampingan dari Universitas Lampung, “ kata Sinta.

Pembangunan fasilitas pemanfaatan limbah non B3 biomassa menjadi energi ini sangat bermanfaat dalam mengurangi timbulan limbah biomassa. Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, ramah lingkungan dan ketahanan pangan dengan budidaya jamur.

“Indonesia saat ini masih sangat tergantung pada energi yang tidak terbarukan seperti minyak bumi, batu bara dan gas bumi. Indonesia menggunakan energi dari minyak bumi sebesar 63 persen dari total energi yang digunakan, sedangkan menurut Kementerian ESDM cadangan minyak bumi di Indonesia hanya untuk sekitar 18 tahun ke depan,” jelas Sinta.

Pembangunan reaktor senilai Rp 1,2 milyar itu dijadwalkan akan segera dibangun tahun pertenga­han 2018 mendatang. Saat ini, UBB tengah mengerjakan Detail Engineering Design (DED).

“Salah satu potensi biomassa yang cukup besar di Indonesia yaitu dari limbah kelapa sawit dan merupakan salah satu komoditi andalan bagi pendapatan nasional dan devisa negara. Kabupaten Belitung Timur kami pilih sebagai salah satu lokasi percontohan fasilitas pemanfaatan limbah non B3 biomassa menjadi energi karena potensi kelapa sawit di daera h ini cukup besar dan masyarakat masih membutuhkan pasokan energi,” ujar Sinta.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno saat penyerahan nota kesepahaman.
Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Direktur PSLB3 KLHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno saat penyerahan nota kesepahaman. (Istimewa)

Bupati Beltim, Yuslih Ihza optimis dengan hadirnya reaktor biomasaa diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal, baik bagi lingkungan, produksi pangan dan energi, serta segi finansial. Dari sisi lingkungan, teknologi ini dapat mengurangi limbah padat, dan membentuk methane capture, sehingga gas yang terbentuk saat proses tidak terdispersi langsung ke udara dan tidak menyebabkan pemanasan global.

“Saya sangat mendu­kung rencana ini, selain ramah lingkungan banyak keu ntungan bagi masyarakat yang didapat. Bayangkan dengan adanya biogas kebutuhan energi bagi 30 rumah tangga akan teratasi,” kata Yuslih.

Pemkab Beltim sudah siapkan lokasi di Desa Cendil, dengan luas 900 meter persegi. Lokasi ini dipilih dengan pertimba­ngan bahwa di lokasi tersebut dekat dengan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang dikelola oleh pihak swasta.

“Yang terpenting, adanya komitmen Pemerintah Desa Cendil dan masyarakat terhadap pengelolaan keberlanjutan proyek reaktor biomassa tersebut. Mudah-mudahan jika proyek percontohan ini berhasil, akan kita terapkan di desa-desa lainnya,” harap Yuslih.

Kepala Dinas Lingku­ngan Hidup Beltim, Arbaie mengatakan nantinya perusahan-perusahaan sawit yang ada akan digilir untuk memberikan bantuan cangkang sawit kosong. Tiap bulan ditargetkan dua ton limbah akan digunakan untuk kelancaran fasiltas reaktor tersebut.“Insya Allah berjalan, Kementerian LHK dan UBB juga akan mengawal program ini. Di sekitar Des a Cendil kan ada 5 perusahaan sawit, Insya Allah mereka bantu,” jelas Arbaie. (adv/Diskominfo Beltim_Fauzi Akbar).

Editor: Ardhina Trisila Sakti Ikuti kami di Istri Sah Ciduk Suaminya dengan Pelakor di Kamar Kos, Pelakor Malah Ngamuk, Jambak hingga Mencakar Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »