www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Potensi Longsor di Jabar Masih Tinggi

Posted by On 05.49

Potensi Longsor di Jabar Masih Tinggi

Nasional Potensi Longsor di Jabar Masih Tinggi Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada 03 Apr , 2018 | 13:34 WIB Potensi Longsor di Jabar Masih Tinggi Kepala PVMBG, Kasbani, dalam konferensi pers Kebencanaan Geologi Aktivitas Gerakan Tanah dan Gunung Api Terkini, Di Badan Geologi, Selasa (3/4/2018). (Eneng Reni/ayobandung)

DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM--Evaluasi longsor selama Maret 2018 yang melanda sebagian besar Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua dan sebagian Sumatera dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi dan sangat tinggi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi PVMBG, Kasbani, menyebutkan kejadian longsor berulang kali terjadi di kawa san Puncak seperti Cianjur dan Bogor termasuk kawasan Puncak Pass.

Kasbani menambahkan sebenarnya kejadian longsor di kawasan tersebut sudah sering. Kejadian tersebut pertama kali terjadi Januari 2009, 2013, dan 2014 tepatnya pada kolam dan taman bagian belakang Hotel Puncak Pass Resort, sehingga penanganan longsor secara komprehensif dan menyeluruh kerap dilakukan.

Ia menyebutkan area di belakang Hotel Puncak Pas Resort yang berdekatan dengan pemukiman tersebut diperkirakan berpotensi kembali terjadi gerakan tanah pada April 2018 ini.

"Oleh karenanya, kami melakukan mitigasi penguatan lereng dengan tiang pancang, perbaikan drainase dan sub drainase lereng. Mulai dari bagian atas sampai bagian bawah lereng harus dilakukan, mengingat luasan dan volume gerakan tanah yang luas pada area tersebut," ujar Kasbani dalam konferensi pers Kebencanaan Geologi Aktivitas Gerakan Tanah dan Gunung Api Terkini, Di Badan Geologi, Selasa (3/4/2018).

Berdasark an Peta Peringatan Potensi, Kasbani menyebutkan terjadinya gerakan tanah atau longsor ini merupakan overlay dari Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah/Tanah Longsor dari Badan Geologi dengan Hasil Prakiraan curah Hujan dari BMKG.

Prakiraan tersebut menunjukan bahwa potensi longsor dan banjir bandang di Indonesia pada April 2018 sedikit berkurang jika dibandingkan dengan Februari dan Maret lalu.

Namun potensi terjadinya gerakan tanah di seluruh Indonesia masih mungkin terjadi di wilayah lain terutama di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorantalo, Sulawesi utara Maluku Utara, dan Papua Barat.

Kasbani mengingatkan meski potensi longsor pada April 2018 cenderung menurun, namun masyarakat dan pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Pasaln ya, longsor yang terjadi pada saat bukan penghujan ini menyebabkan masyarakat kurang waspada karena hujan sudah tidak ada dan beraktivitas normal seperti berkebun atau ke sawah.

"Sehingga masyarakat yang tinggal di bawah atau pada lereng terjal, di daerah aliran sungai atau sepadan sungai harus senantiasa waspada terhadap ancaman longsoran pada saat hujan dan tidak hujan, serta mengenal tanda-tanda awal sebelum longsor," lanjutnya.

Tanda-tanda awal longsor ini, kata Kasbani, umumnya muncul retakan pada lereng. Beberapa pohon atau tiang listrik sudah mulai miring, tiba-tiba muncul rembesan pada lereng, runtuhan batu kecil mulai terjadi, terjadi pembendungan sungai atau air sungai tiba-tiba tidak mengalir, dan lereng tiba-tiba mengembung.

"Upaya mitigasi seperti ini perlu lebih ditingkatkan lagi mengingat korban akibat bencana longsor masih tinggi. Jika mengenali tanda-tanda awal longsor tersebut sebaiknya mengungsi dulu atau menjauhi lereng,&qu ot; ujarnya.

Editor : Andres FatubunSumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »