www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

KemenPPPA: Indonesia Darurat Soal Perkawinan Anak

Posted by On 03.17

KemenPPPA: Indonesia Darurat Soal Perkawinan Anak

KemenPPPA: Indonesia Darurat Soal Perkawinan Anak

Di wilayah ASEAN, Indonesia sendiri menempati peringkat kedua setelah Kamboja soal perkawinan anak.

KemenPPPA: Indonesia Darurat Soal Perkawinan AnakIlham Rian Pratama/Tribunnews.comAsisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA, Rohika Kurniadi Sari

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerja sama dengan UNICEF, Indonesia berada di peringkat ketujuh dunia soal pe rkawinan anak.

Di wilayah ASEAN, Indonesia sendiri menempati peringkat kedua setelah Kamboja soal perkawinan anak.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA, Rohika Kurniadi Sari menyatakan Indonesia sudah berada dalam kondisi darurat atas persoalan ini.

Menurutnya, selain persoalan mengenai perkawinan anak dibawah umur, ada beberapa hal yang juga patut menjadi sorotan.

"Angka kematian bayi, angka cerai, angka kematian ibu, ini kan tidak bisa dipotret sendiri. Bukan hanya saja angka perkawinan anak, tapi angka lain. Ini bahaya darurat," katanya di kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018).

Selain itu, KemenPPPA juga mendorong ulama-ulama untuk dapat melihat bahaya dari perkawinan anak dibawah umur ini.

"Yang tadinya perkawinan itu halal, tapi kalo bahayanya lebih banyak, itu boleh diharamkan. Karna bahayanya tuh nanti," ujar Rohika.

Oleh karena itu, KemenPPPA sedang menunggu pengesahan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) oleh presiden Jokowi terkait pencegahan perkawinan anak.

"Presiden waktu menemui para aktivis perempuan pada waktu di Bogor kan menyampaikan, akan segera mengesahkan perppu itu. Kita tunggu saja," pungkasnya.

Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun 2015 menunjukkan perkawinan anak usia 10-15 tahun sebesar 11 persen. Sedangkan perkawinan anak usia 16-18 tahun sebesar 32 persen.

Dengan provinsi tertinggi yaitu Pro ada di Sulawesi Barat, diikuti Papua, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, kemudian Kalimantan Barat.

Editor: Johnson Simanjuntak Ikuti kami di Siswa SD Buat Siswi SMP di Tulung agung Mengandung hingga Usia 6 Bulan, Begini Keputusan Keluarga Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »