www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sulawesi Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Penurunan HET Beras Dinilai Tidak Realistis

Posted by On 21.17

Penurunan HET Beras Dinilai Tidak Realistis

Penurunan HET Beras Dinilai Tidak Realistis Oleh: Muhamad Bari Baihaqi Rabu, 30/05/2018

NERACA

Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan bahwa rencana Kementerian Perdagangan untuk menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah wilayah Indonesia Barat merupakan hal yang tidak realistis dan tidak akan efektif. Menurut Kepala Penelitian CIPS Hizkia Respatia, sejak awal penerapan HET tidak akan efektif untuk menurunkan harga karena hanya bertujuan meredam harga di tingkat konsumen tanpa memikirkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan para pedagang dan petani.

"Langkah ini hanya akan semakin memberatkan para petani dan pedagang, terutama pedagang kecil. Keuntungan petani tidak akan meningkat karena beras hasil panen sudah dipatok sesuai dengan Harga Pokok Pembelian (HPP). Sementara itu pedagang kecil dipaksa m enurunkan harga jual padahal biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan beras sudah lebih dari besaran HET itu sendiri," ujar Hizkia di Jakarta, Senin (28/5).

Menurut dia, penerapan HET juga berisiko memunculkan adanya risiko pencampuran beras berkualitas tinggi dengan beras berkualitas rendah demi menghindari kerugian. Selain itu, ujar dia, ada biaya yang harus ditanggung pada pedagang eceran saat bertransaksi dengan pedagang di tingkat grosir, seperti biaya transportasi dan upah tenaga kerja. Biaya tambahan tersebut, lanjutnya, juga tidak diperhitungkan pemerintah saat menetapkan HET beras.

Dia berpendapat bahwa daripada menurunkan daripada menurunkan besaran HET, pemerintah sebaiknya fokus membenahi rantai distribusi beras yang panjang. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto menyatakan perlunya ada keseimbangan yang pas dalam menentukan harga beras di tengah masyarakat sehingga tidak memberatkan kepada warga atau merugikan petani yang memproduksinya. "Yang terpenting sekarang adalah menjaga harga beras ke konsumen bagus, begitu juga dengan harga dari petani ke produsen bagus," kata Dito Ganinduto.

Menurut Dito, dengan demikian maka usaha petani juga bakal bertumbuh kepada petani dan kebijakan yang ada tidak hanya memberikan harga murah kepada warga yang menjadi konsumen. Politisi Golkar itu juga mempertanyakan mengenai rencana Kementerian Perdagangan yang kembali bakal mengimpor beras padahal Bulog menyatakan bahwa ketahanan pangan saat ini cukup.

Sebagaimana diwartakan, Perum Bulog berencana menjual beras renceng dalam bentuk sachet agar masyarakat kelas terbawah tetap bisa mengonsumsi nasi dengan harga yang relatif terjangkau. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam audiensi dengan media di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (14/5), mengatakan beras renceng akan dijual dalam kemasan 250 gram dan 500 gram dengan harga termurah Rp2.000 per bungkus.

Dia menjelaskan solusi beras renceng ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan beras harus terjangkau seluruh lapisan masyarakat dan tersedia bahkan di warung-warung kecil, layaknya kopi dan mi instan yang sudah pasti tersedia.

Berikut ini adalah daftar HET beras berdasarkan kategori dan zonasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Pertauran Menteri Perdagangan (Permendag) No.57/2017. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan: Medium Rp9.450 per kg, Premium Rp12.800 per kg. Sumatera lainnya: Medium Rp9.950 per kg, Premium Rp13.800 per kg. Bali dan NTB: Medium Rp9.450 per kg, Premium Rp12.800 per kg. NTT: Medium Rp9.500 per kg, Premium Rp13.300 per kg. Sulawesi: Medium Rp9.450 per kg, Premium Rp12.800 per kg. Kalimantan: Medium Rp9.950 per kg, Premium Rp13.300 per kg. Maluku dan Papua: Medium Rp10.250 per kg, Premium Rp13.600 per kg

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada 24 Mei 2018, harga tertinggi Rp13.700 per kg berada di Kalimantan Tengah, disusul Kepula uan Riau Rp13.450. Harga terendah Rp9.200 per kg di Nusa Tenggara Barat (NTB), disusul Sulawesi Barat Rp9.800 per kg. bari

BERITA TERKAIT

  • MK: Pemohon Uji UU Pemilu Tidak Berkedudukan Hukum
  • Menteri BUMN - Harkitnas Tidak Terlepas Peran Anak Muda
  • Disorot, Permasalahan Rantai Distribusi Beras
  • Jaksa Agung: Penanganan Korupsi Tidak Bisa Berjalan Sendiri
  • OJK : Tidak Ada Penarikan Simpanan Besar-Besaran
  • Pemkot Bandung Minta Masyarakat Tidak "Panic Buying"

BERITA TERKAIT

MK: Pemohon Uji UU Pemilu Tidak Berkedudukan Hukum

MK: Pemohon Uji UU Pemilu Tidak Berkedudukan Hukum NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menilai bahwa Martinus Butarbutar dan Risof…

Menteri BUMN - Harkitnas Tidak Terlepas Peran Anak Muda

Rini Soemarno Menteri BUMN Harkitnas Tidak Terlepas Peran Anak Muda Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan peringatan Hari Kebangkitan…

Disorot, Permasalahan Rantai Distribusi Beras

NERACA Jakarta â€" Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyoroti permasalahan rantai distribusi komoditas beras di Tanah Air yang dinilai…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

BCA MULAI MENAIKKAN BUNGA DEPOSITO - BI: 3 Faktor Pengaruhi Tekanan Rupiah

Jakarta-Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya tekanan pada stabilitas eksternal khususnya nilai tukar di…

Penurunan HET Beras Dinilai Tidak Realistis

NERACA Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan bahwa rencana Kementerian Perdagangan untuk menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET)…

TEROBOSAN BARU BANK INDONESIA - Antisipasi Suku Bunga, RDGBI Dipercepat

Jakarta-Di tengah berfluktuasinya nilai tukar rupiah belakangan ini, Bank Indonesia akhirnya membuka kemungkinan pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) dimajukan lebih…

Berita Terpopuler

THR = Tidak Harus Ribut

Sigap Hadapi Krisis Keuangan: Dukungan Sekretariat KSSK

Memaknai Peringatan Hari Pancasila, Memperkuat Ideologi Negara

Pendapatan Surya Citra Media Tumbuh 15%

Minat Investasi Anak Muda Cukup Tinggi

PP Properti Tawarkan Kupon Maksimal 9,25% - Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

BISI Targetkan Pendapatan Tumbuh 20% - Pasca Akuisisi Branita Sandhini

Lagi, Ciptadana AM Tawarkan Investasi DIRE - Akuisisi Mal di Pekanbaru Rp 727,198 Miliar

Sritex Raih Predikat The IDX Best Blue 2017

IKT Bidik Dana Segar di Pasar Rp 1,26 Triliun - IPO Rp 1.610-Rp 2.250 Persaham

Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »