GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tetap Waspada! Hari Ini, Jabar Masih Diintai Hujan dengan ...

Tetap Waspada! Hari Ini, Jabar Masih Diintai Hujan dengan ...

Tetap Waspada! Hari Ini, Jabar Masih Diintai Hujan dengan Intensitas yang Meningkat Menurutnya, cuaca ekstrem di beberapa daerah semisal hujan lebat disertai angin ke…

Tetap Waspada! Hari Ini, Jabar Masih Diintai Hujan dengan ...

Tetap Waspada! Hari Ini, Jabar Masih Diintai Hujan dengan Intensitas yang Meningkat

Menurutnya, cuaca ekstrem di beberapa daerah semisal hujan lebat disertai angin kencang

Tetap Waspada! Hari Ini, Jabar Masih Diintai Hujan dengan Intensitas yang MeningkatTRIBUN JABAR/MACHMUD MUBAROKAwan hitam membawa hujan lebat menaungi langit Bandung sebelah timur, Sabtu (7/2) sore.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Jawa Barat menjadi satu di antara beberapa wilayah di Indonesia yang potensi hujannya meningkat selama 18-21 Mei 2018.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (19 /5/2018), menjelaskan potensi cuaca itu.

Wilayah yang potensi hujannya meningkat selain Jabar adalah Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Prediksi cuaca yang sama berlaku untuk Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.


Potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter juga diperkirakan terjadi di perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Lombok, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Timor, Laut Banda timur Sulawesi Tenggara, perairan selatan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan NTT.

Menurutnya, cuaca ekstrem di beberapa daerah semisal hujan lebat disertai angin kencang di Tuban, Bogor, dan Sukabumi, lalu banjir di Aceh utara pada awal mu sim kemarau banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

"Hal tersebut dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia perairan barat Sumatera dan sirkulasi siklonik di Selat Karimata serta indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah," ujar Mulyono dikutip dari keterangan tertulis.

Baca: 42 Persen Penderita Thalasemia Indonesia Ada di Jawa Barat, Bandung Raya Terbanyak

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpengaruh terhadap pola cuaca dalam meningkatkan suplai uap air yang berkontribusi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

"Dampaknya terjadi peningkatan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah di Indonesia," kata Mulyono.

Masyarakat, ujarnya, diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seper ti vanjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (*)

Penulis: Yongky Yulius Editor: Tarsisius Sutomonaio Sumber: Tribun Jabar Ikuti kami di Selingkuh Cari Hotel dengan 'Mata-mata' Suami, Wanita Kediri Malah Tewas, Kaki Nyembul saat Dikubur Sumber: Google News | Berita 24 Sulbar

Tidak ada komentar