GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Potensi Radikalisme di Sulawesi Barat Sudah Menunjukan Angka ...

Potensi Radikalisme di Sulawesi Barat Sudah Menunjukan Angka ...

Berita Nasional Potensi Radikalisme di Sulawesi Barat Sudah Menunjukan Angka 54 persen Potensi radikalisme di Sulbar menunjukkan angka 54,5 persen. Ang…

Potensi Radikalisme di Sulawesi Barat Sudah Menunjukan Angka ...

Berita Nasional

Potensi Radikalisme di Sulawesi Barat Sudah Menunjukan Angka 54 persen

Potensi radikalisme di Sulbar menunjukkan angka 54,5 persen. Angka ini sedang menuju kuat,"

Potensi Radikalisme di Sulawesi Barat Sudah Menunjukan Angka  54 persen(Istimewa)Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius memberikan kuliah umum di hadapan 7.000 mahasiswa baru Universitas Indonesia di Kampus UI, Depok, Jumat (24/8).

POS KUPANG.COM - Potensi radikalisme di Provinsi Sulawesi Barat sudah menunjukkan angka 54 persen.

"Potensi radikalisme di Sulbar menunjukkan angka 54,5 persen. Angka ini sedang menuju kuat," kata Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Polisi Baharudin Djafar pada pelatihan Deradikalisasi Bagi Generasi Milenial yang berlangsung di Mamuju, Senin.
Pelatihan Deradikalisasi Bagi Generasi Milenial yang digelar Lembaga Pengembangan Wacana, Riset, Kemanusiaan dan Partisipasi Sosial serta Esensi Sulawesi Barat itu berlangsung selama dua hari, yakni, 27-28 Agustus 2018.

Baca: Dana Rp 5,1 Miliar untuk Pengamanan Pilkada di Ende. Masih Sisa Rp 1,5 Miliar


Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai organisasi pemuda berlatar belakang agama.
Pada pelatihan yang mengangkat tema "Rekonstruksi dan Inisiasi Peran Generasi Milenial Terhadap Penguatan Identitas Berbangsa dan Bernegara" itu, Kapolda memaparkan materi terkait eksplorasi potensi radikalisme di Sulawesi Barat.
Dia mengatakan bahwa salah satu ciri-ciri teroris atau radikal atas nama agama adalah kelompok yang sepakat menzolimi atau merugikan orang lain.
"Tidak ada ajaran agama yang memb enarkan menzolimi orang lain," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa paham radikal bermula dari perilaku yang kerap kali menganggap orang lain tidak benar dan dialah yang paling benar.
"Jadi radikalisme itu bermula dari paham walaupun belum ada tindakan, yang masuk lewat agama, budaya dan media sosial," tuturnya.
Salah satu potensi berkembangnya tindakan radikalisme di Sulbar, menurut Kapolda, karena daerah itu sebagai perlintasan yang berbatasan dengan tiga provinsi, yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
"Untuk menangkal paham radikal, pendidikan dini anak harus dibenahi dengan baik, melalui peran orang tua, Kanwil Kemenag, FKUB, FKPT, termasuk kalangan generasi milenial," kata Baharudin.
Menurut dia, ada tujuh dimensi dalam menangkal radikalisme, diantaranya memperbaiki kesadaran hukum dan ketertiban, kesejahteraan dan kemakmuran, hankam, keadilan hukum dan sosial, kebebasan, profil keagamaan dan kearifan lokal.
&quo t;Sebagai kesimpulan, saya berharap, para peserta membawa kebaikan pulang dari tempat ini, jangan disia-siakan waktunya agar paham-paham radikal tidak tertular pada generasi kita," kata Baharudin. (*)

Editor: Ferry Ndoen Sumber: Antara Ikuti kami di Video Ulah Atlet Pencak Silat Malaysia Tidak Sportif, Tendang Kontingen Singapura Nyaris Bikin Ribut Sumber: Berita Sulawesi Barat

Tidak ada komentar