GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Honorer K2 Sulbar Tolak Penerimaan CPNS Jalur Umum

Honorer K2 Sulbar Tolak Penerimaan CPNS Jalur Umum

Honorer K2 Sulbar Tolak Penerimaan CPNS Jalur Umum unjuk rasa tersebut dalam rangka meminta dukungan kepada DPRD untuk ikut memperjuangkan nasib ribuan honorer K2.Kamis, 20 Sept…

Honorer K2 Sulbar Tolak Penerimaan CPNS Jalur Umum

Honorer K2 Sulbar Tolak Penerimaan CPNS Jalur Umum

unjuk rasa tersebut dalam rangka meminta dukungan kepada DPRD untuk ikut memperjuangkan nasib ribuan honorer K2.

Honorer K2 Sulbar Tolak Penerimaan CPNS Jalur Umumnurhadi/tribunsulbar.comRatusan Honorer Kategori 2 (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Sulawesi Barat, berunjuk rasa di gedung DPRD, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (20/9/2018).

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Ratusan Honorer Kategori 2 (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Sulawesi Barat, berunjuk rasa di gedung DPRD, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (20/9/2018).

Koordinator Wilayah FHK2I Provinsi Sulawesi Barat, Pelipus mengatakan unjuk rasa tersebut dalam rangka meminta dukungan kepada DPRD untuk ikut memperjuangkan nasib ribuan honorer K2 di Sulawesi Barat.

Pelipus mengatakan, ada tiga poin utama yang menjadi tuntan mereka dalam unjuk rasa yang melibatkan ratusan honorer K2 dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.

Pertama, menolak peraturan Menpan-RB nomor 36 dan nomor 37 tahun 2018 yang tidak berkeadilan terhadap honorer K2 dan dinilai diskriminasi, sebagaimana sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kedua, mendesak pemerintah menprioritaskan tenaga nohorer K2 menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tanpa batas usia dan tanpa tes.

Baca: Pemkab Luwu Timur Diharapkan Angkat Honorer K2 Jadi Tenaga Upah Jasa

Baca: Tiga Kali Unjuk Rasa, Honorer K2 Bantaeng Belum Ditemui Pj Bupati

Kemudian, ketiga, meminta DPRD Sulawesi Bara secara kelembagaan mendesak bapak Gubernur Sulawesi Barat untuk mendukung secara tertulis kepada pemerintah pusat melalui Menpan-RB.

Juga menolak CPNS dari jalur umum dan khusus tahun anggaran 2018 di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan seluruh Kabupaten se-Sulbar. Serta mendesak percepatan regulasi melalui revisi undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang Aparatur Sipil Negara.

"Kami sudah empat tahun bolak balik ke Jakarta memperjuangkan nasib kami, tapi sampai hari ini belum ada hasilnya, giliran penerimaan CPNS di buka, itu diskriminasi dan tidak memihak kepada kami yang sudah lama mengabdikan diri," jelasnya.

Pelipus berharap, DPRD Sulawesi Barat secara kelembagaan mendukung perjuangan mereka menolak penerimaan CPNS jalur umum karena diskriminasi terhadap K2, utamany a pencabutan Permenpan-RB karena dinilainya cacat hukum.

"Kami berharap pemerintah dan DPRD untuk tidak menutup mata terhadap nasib kami, sehingga kami berharap pemerintah di Sulawesi Barat menyuarakan ke pusat untuk menprioritaskan pengangkatan K2 menjadi PNS tanpa melihat batasan usia," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi Editor: Hasriyani Latif Ikuti kami di 5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur Sumber: Berita Sulawesi Barat

Tidak ada komentar