GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pedagang di Pasal Sentral Mamuju Keluhkan Pembeli yang Menurun

Pedagang di Pasal Sentral Mamuju Keluhkan Pembeli yang Menurun

Pedagang di Pasal Sentral Mamuju Keluhkan Pembeli yang Menurun Pantuan TribunSulbar.com, memang aktivitas jual beli di pasar yang berada di tengah ibu kota Provinsi …

Pedagang di Pasal Sentral Mamuju Keluhkan Pembeli yang Menurun

Pedagang di Pasal Sentral Mamuju Keluhkan Pembeli yang Menurun

Pantuan TribunSulbar.com, memang aktivitas jual beli di pasar yang berada di tengah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat ini, terlihat sangat sepi.

Pedagang di Pasal Sentral Mamuju Keluhkan Pembeli yang MenurunNurhadiSuasana Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (17/10/2018). Tampak aktivitas jual beli sangat sepi.

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Sejumlah pedagang di Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, 'menjerit'. Mereka mengaku penghasilannya menurun sejak setahun terakhir

Pantuan TribunSulbar.com, memang aktivitas jual b eli di pasar yang berada di tengah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat ini, terlihat sangat sepi.

Bahkan, tampak sejumlah pedagang hanya tidur, sambil menunggu pembeli datang. Sebagian lods pedagang juga tampak tertutup.

Nuraeni salah seorang pedagang bahan campuran mengungkapkan, memang sejak setahun terakhir, pengunjung pasar menyurut alias sepi dari aktivitas jual beli.

"Sudah satu tahun ini memang pembeli sangat jelek. Sepi sekali, sekarang pendapatan tidak pernah sampai Rp 300 ribu per hari, padahal dulu biasa sampai satu juta,"kata Nuraeni kepada TribunSulbar.com, Rabu (17/10/2018).

Senada dengan Hayati, pedagang rempa-rempa, juga mengaku kepada TribunSulbar.com, sepi pembeli sangat sepi sejak tahun ini.

"Kita juga tidak tau kenapa begini, padahal dulu tidak seperti ini. Sekarang penghasilan sangat turun, bahkan biasa kita dapat hanya Rp 50 ribu ji per hari,"ujarnya.

Akibat menurunnya aktivitas jual beli di pasar terse but, salah seorang penjual pakaian, Rahmah, juga mengaku penghasilannya sangat menurun.

"Sebelum kebakaran ramai, tapi sekarang sepi. Penghasilan sangat menurun jarang dapat satu Rp 1 Juta per hari, sekarang paling banyak Rp 500 ribu per hari,"katanya.

Bahkan, kata Rahmah, pada moment-moment tertentu penghasilannya kerap mencapai Rp 5 Juta per hari, namun saat ini sangat berbanding terbalik.(*)

Penulis: Nurhadi Editor: Anita Kusuma Wardana Ikuti kami di Suami Tewas Kecelakaan Bersama Pemandu Lagu, Istri Sempat Kecewa: Biar Selingkuh Asal Tak Mati Sumber: Berita Sulawesi Barat

Tidak ada komentar